Assalamualaikum wr.wb
1. Keberadaan
Manusia Dalam Islam
Manusia menurut dienul islam adalah makhluk terbaik
yang diciptakan oleh Allah. Penciptaan manusia merupakan salah satu rahasia
Allah karena menciptakan manusia sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan
dibandingkan dengan makhluk lain. Allah memberikan kualitas keutamaan kepada
manusia sebagai pembeda dengan makhluk lain sehingga manusia mempunyai hak
untuk mendapatkan penghormatan dari makhluk-makhluk lainnya. Sesuai dengan
martabatnya manusia diberi tugas sebagai khalifatul-lah fil ardhi.
Surah Al-baqarah ayat 30-34 sering ditafsirkan
sebagai dasar pandangan bahwa manusia memilik kedudukan khusus di antara
makhluk karena ia berpengatahuan. Dengan pengetahuan yang dimilikinya, manusia bertanggung jawab menyingkap realitas
dan karena itu menemukan kebenaran. Pengetahuan manusia merupakan komunikasi
dengan realitas. Pengetahuan manusia diperoleh dari kekuatan inderawi, naluri,
akal, imajinatif serta petunjuk-petunjuk yang berasal dari wahyu (zubair 1992).
Tetapi akal mendapatkan kedudukan yang istimewah karena mengatasi tingkat
kebenaran ia bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu, yang keduanya
berhubungan secara organis. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik,
sedangkan qalbu bekerja untuk memahami dimensi metafisik. Keduanya dalam
pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional (Asy’arie 1992 ). Pandangan di
atas memiliki kesejajaran dengan pandangan naser, yang menulis bahwa kata
al’aql di dalam bahasa arab, selain berarti pikiran dan intelek juga digunakan
untuk menerangkan sesuatu yang mengikat manusia
dengann tuhan. Salah satu arti dari akar kata ‘aql adalah ikatan.
Didalam al-quran, tuhan menyebut mereka yang ikar sebagai orang yang tidak bisa
berpikir laya’q-lun mereka yang tidak bisa menggunakan akalnya dengan baik
sangat ditekankan dalam Al-quran bahwa runtuhnya iman tidak disamakan dengan
timbulnya kehendak yang buruk melainkan dengan tidak adanya penggunaan akal secara baik (naser 1983).
2. Hakikat
Manuisa Menurut Islam
Menurut perspektif filosofis-psikologis, perbedaan
pandangan terhadap manusia menyebabkan menghasilkan corak pendidikan yang
beragam. Abdurrahman An-nahl menyatakan bahwa pandangan manusia tentang dirinya
akan memberikan dampak yang kuat terhadap sistem pendidikan jika manusia
dipandang sebagai mahluk dengan pembawaan dasar jahat, maka pendidikan berarti
upaya menekan atau menepis unsur jahat tersebut. Jika manusia dipandang sebagai
mahluk aktif yang memiliki potensi, dan kemampuan dasar yang baik, maka
pendidikan diartikan sebagai proses drawing out.
Konsep manusia sebagai makhluk kultural terlihat
dalam pernyataan Al-Qur’an bahwa manusia dilengkapi dengan sarana pengetahuan
berupa pendengaran, penglihatan, dan budi sehingga mereka dapat memperoleh
pengetahuan mesipun dilahirkan dalam keadaan tidak tahu sama sekali seperti
dikemukakan dalam
Q.S. an-Nahl : 78
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari
perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatu apapun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar
kamu bersyukur”
Sedangkan konsep
manusia sebagai mahluk sosial ini dipertegas dengan beberapa pernyataan
Al-Qur’an yang menegaskan tentang kejadian manusia dalam berbagai suku dan
bangsa dan dimasukan agar mreka membentuk pergaulan hidup bersama (Q.S.
al-Hujurat: 13), saling membantu dalam kebaikan saling membantu dalam kebaikan
(Q.S. al-Maidah : 2), dan penegasan Al-Qur’an tentang kebahagian manusia yang
terkait dengan hubungan manusia dengan sesamanya (Q.S al-Imran : 112). Ayat
ayat tersebut adalah :
“Hai
manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku – suku supaya kamu
saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha
mengetahui lagi maha mengenal”
3. Martabat
manusia dalam islam
Manusia merupakan satu bagian dari alam semesta yang
bersama-sama dengan makhluk hidup lainnya mengisi kehidupan di alam semesta.
Dibandingkan dengan binatang, manuisa memiliki fungsi tubuh dan fisiologis yang
tidak berbeda. Namun, dalam hal yang lain manusia tidak dapat d samakan dengan
binatang, erutama dengan kelebihan yang dimilikinya, yakni akal, yang tidak
dimiliki oleh binatang.
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah
diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan
suatu konsekuensi fungsi dan tugas
mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.
Al-Qur’an menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macaam
istilah, seperti : Turab, Thien, Shalshal, dan Sualalah.
4. Tujuan
manusia diciptakan
Segala sesuatu yang allah ciptakan, baik di langit
maupun di bumi pasti ada tujuan dan hikmahnya. Tidaklah semata mata karena
hanya suka-suka saja. Tidak ada suatu makhluk hidup diciptakan sia-sia.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Maka apakah kamu mengir, bahwa
sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan
dikembalikan kepada Kami?” (QS.Al Mukminin:115).
Membahas tujuan utama penciptaan manusia ialah, agar
manusia mengetahui tentang Allah Ta’ala berfirman, “Allah lah yang menciptakan
tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar
kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan
sesungguhnya Ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS.Ath Thalaq:
12).
Allah menceritakan bahwa penciptaan langit dan bumi,
agar manusia mengetahui tentang ke Maha Kuasa Allah Ta’ala, bahwa Allah lah
pemilik jagad raya ini dengan Ilmu Allah yang sempurna. Tidak ada satu pun yang
terluput dari Ilmu dan pengawasan Allah, karena Ilmu Allah meliputi segala
sesuatu.
Dan kemudian, menyebutkan tujuan diciptakan manusia
adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah semata. Seperti hal nya dalam
firman Allah, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya
mereka menyembah-Ku”. (QS.Adz Dzariyat: 56).
5. Fungsi
dan peran manusia dalam islam
Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran
yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus pelopor dalam
membudayakan ajaran Allah. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah
sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah:
1. Belajar
(Surat An nam l: 15-16 dan Al Mukmin : 54) ; belajar yang dinyatakan pada ayat
pertama surat Al Alaq adalah mempelajari Ilmu Allah yaitu Al Qur’an.
2. Mengajarkan
Ilmu (Surat Al Baqoroh : 31-39) ; Khalifah yang telah diajarkan Ilmu Allah maka
wajib untuk mengajarkannya kepada manusia lain. Yang dimaksud dengan Ilmu Allah
adalah Al Qur’an dan juga Al Bayan.
3. Membudayakan
Ilmu (Al Mukmin : 35) ; Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan
kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar
membudaya. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Didalam
Al-Qur’an disebutkan fungsi dan peranan yang diberikan Allah kepada manusia.
Secara sederhana hal
ini berarti hanya bersedia mengabdi kepada Allah dan tdak mau mengabdi
kepada selain Allah. Yang dimaksud dengan abdi adalah mahluk yang mau melaksanakan
apapun perintah Allah meski terdapat resiko besar didalam perintah Allah. Hal
ini tercantum dalam Q.S. az-Dzariyat : 56 “Dan tidak aku ciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”
Sebelum lahir ke dunia ini, manusia bersaksi kepada
Allah bahwa hanya dialah tuhannya. Sehingga mansuia sesuai fitrahnya adalah
beriman kepada Allah tapi orang tuanya yang menjadikan manusia sebagai nasrani
atau beragama selain islam. Hal ini tercantum dalam Q.S Al- A’Raf : 172 “Dan
(ingatlah), keturunan anak-anak adam dari suldi mereka dan Allah mengambil
kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah aku Tuhan mu?”.
Mereka menjawab : “Betul (engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tdak mengatakan :
“Sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini
(keEsaan Tuhan)”.
6. Tanggung
jawab manusia dalam islam
Tanggung jawab manusia dalam islam ada 2, yaitu:
a. Sebagai
hamba Allah SWT
Kewajiban manusia kepada Khaliknya adalah bagian
dari rangkaian hak dan kewajiban manusia dalam hidupnya sebagai suatu wujud dan
yang maujud. Kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat, tergantung kepada
izin dan ridho Allah. Dan untuk itu Allah memberikan ketentuan-ketentuan agar
manusia dapat mencapainya. Maka untuk mencapainya kebahagiaan dunia dan akhirat
itu dengan sendirinya kita harus mengikuti ketentuan-ketentuan dari Allah SWT.
Secara moral manusiawi, manusia mempunyai kewajiban kepada Allah sebagai
Khaliknya, yang telah memberi kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Jadi,
berdasarkan hadist AL-Lu’lu uwal kewajiban manusia kepada Allah pada garis
besarnya ada 2:
-
Mentauhidkan-Nya yakni tidak
memusyrik-Nya kepada sesuatu apapun.
-
Beribadah kepada-Nya
Dalam Al-Qur’an
kewajiban ini diformulasikan dengan:
1. Iman
kepada Allah : kepada hari Akhir, kepada malaikat-malaikat, kepada kitab-kitab,
dan kepada nabi-nabi.
2. Amal
saleh :
-
Kepada sesama manusia : dengan
memberikan harta yang juga senang terhadap harta itu, kepada kerabatnya, kepada
anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada musafir yang membutuhkan
pertolongan (ibnu sabil)
-
Kepada Allah : menegakkan/mendirikan
sholat, menunaikan zakat.
-
Kepada diri sendiri : menepati janji
apabila ia berjanji, sabar dalam kesempitan, peperangan dan penderitaan.
b. Sebagai
khalifah Allah
Sebagai makhluk Allah manusia mendapat amanat yang
harus di pertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia
di muka bumi untuk mengelola dan memelihara alam.
Khalifah
berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan manusia menjadi khalifah,
berarti manusia memperoleh mandate Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka
bumi. Agar manusia menjalankan kekhalifahannya dengan baik, Allah telah
mengajarkan kepadanya kebenaran dalam segala ciptaan-Nya dan melalui pemahaman
serta penguasaan terhadap hukum-hukum yang terkandung dalam ciptaan-Nya,
manusia bisa menyusun konsep-konsep serta melakukan rekayasa membentuk wujud
baru dalam alam kebudayaan.
Halo teman-teman pembaca.. Apa kabar? :)
Perkenalkan nama saya Andi Febriani mahasiswi prodi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota angkatan 2019. Blog ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi, semoga apa yang ada dalam blog ini dapat bermanfaat untuk semuanya...
Sekian, Wassalamu'alaikum wr.wb