Selasa, 01 Oktober 2019

Manusia dalam Islam


Assalamualaikum wr.wb

1.      Keberadaan Manusia Dalam Islam
Manusia menurut dienul islam adalah makhluk terbaik yang diciptakan oleh Allah. Penciptaan manusia merupakan salah satu rahasia Allah karena menciptakan manusia sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan makhluk lain. Allah memberikan kualitas keutamaan kepada manusia sebagai pembeda dengan makhluk lain sehingga manusia mempunyai hak untuk mendapatkan penghormatan dari makhluk-makhluk lainnya. Sesuai dengan martabatnya manusia diberi tugas sebagai khalifatul-lah fil ardhi.
Surah Al-baqarah ayat 30-34 sering ditafsirkan sebagai dasar pandangan bahwa manusia memilik kedudukan khusus di antara makhluk karena ia berpengatahuan. Dengan pengetahuan yang dimilikinya,  manusia bertanggung jawab menyingkap realitas dan karena itu menemukan kebenaran. Pengetahuan manusia merupakan komunikasi dengan realitas. Pengetahuan manusia diperoleh dari kekuatan inderawi, naluri, akal, imajinatif serta petunjuk-petunjuk yang berasal dari wahyu (zubair 1992). Tetapi akal mendapatkan kedudukan yang istimewah karena mengatasi tingkat kebenaran ia bekerja dengan menggunakan pikiran dan qalbu, yang keduanya berhubungan secara organis. Pikiran bekerja untuk memahami dimensi fisik, sedangkan qalbu bekerja untuk memahami dimensi metafisik. Keduanya dalam pandangan tauhid merupakan kesatuan fungsional (Asy’arie 1992 ). Pandangan di atas memiliki kesejajaran dengan pandangan naser, yang menulis bahwa kata al’aql di dalam bahasa arab, selain berarti pikiran dan intelek juga digunakan untuk menerangkan sesuatu yang mengikat manusia  dengann tuhan. Salah satu arti dari akar kata ‘aql adalah ikatan. Didalam al-quran, tuhan menyebut mereka yang ikar sebagai orang yang tidak bisa berpikir laya’q-lun mereka yang tidak bisa menggunakan akalnya dengan baik sangat ditekankan dalam Al-quran bahwa runtuhnya iman tidak disamakan dengan timbulnya kehendak yang buruk melainkan dengan tidak adanya penggunaan  akal secara baik (naser 1983).


2.      Hakikat Manuisa Menurut  Islam
Menurut perspektif filosofis-psikologis, perbedaan pandangan terhadap manusia menyebabkan menghasilkan corak pendidikan yang beragam. Abdurrahman An-nahl menyatakan bahwa pandangan manusia tentang dirinya akan memberikan dampak yang kuat terhadap sistem pendidikan jika manusia dipandang sebagai mahluk dengan pembawaan dasar jahat, maka pendidikan berarti upaya menekan atau menepis unsur jahat tersebut. Jika manusia dipandang sebagai mahluk aktif yang memiliki potensi, dan kemampuan dasar yang baik, maka pendidikan diartikan sebagai proses drawing out.
Konsep manusia sebagai makhluk kultural terlihat dalam pernyataan Al-Qur’an bahwa manusia dilengkapi dengan sarana pengetahuan berupa pendengaran, penglihatan, dan budi sehingga mereka dapat memperoleh pengetahuan mesipun dilahirkan dalam keadaan tidak tahu sama sekali seperti dikemukakan dalam
 Q.S. an-Nahl : 78
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak  mengetahui sesuatu apapun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”
Sedangkan konsep manusia sebagai mahluk sosial ini dipertegas dengan beberapa pernyataan Al-Qur’an yang menegaskan tentang kejadian manusia dalam berbagai suku dan bangsa dan dimasukan agar mreka membentuk pergaulan hidup bersama (Q.S. al-Hujurat: 13), saling membantu dalam kebaikan saling membantu dalam kebaikan (Q.S. al-Maidah : 2), dan penegasan Al-Qur’an tentang kebahagian manusia yang terkait dengan hubungan manusia dengan sesamanya (Q.S al-Imran : 112). Ayat ayat tersebut adalah :



“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku – suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”


3.      Martabat manusia dalam islam
Manusia merupakan satu bagian dari alam semesta yang bersama-sama dengan makhluk hidup lainnya mengisi kehidupan di alam semesta. Dibandingkan dengan binatang, manuisa memiliki fungsi tubuh dan fisiologis yang tidak berbeda. Namun, dalam hal yang lain manusia tidak dapat d samakan dengan binatang, erutama dengan kelebihan yang dimilikinya, yakni akal, yang tidak dimiliki oleh binatang.
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi  dan tugas mereka  sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Qur’an menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macaam istilah, seperti : Turab, Thien, Shalshal, dan Sualalah.

4.      Tujuan manusia diciptakan
Segala sesuatu yang allah ciptakan, baik di langit maupun di bumi pasti ada tujuan dan hikmahnya. Tidaklah semata mata karena hanya suka-suka saja. Tidak ada suatu makhluk hidup diciptakan sia-sia. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Maka apakah kamu mengir, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS.Al Mukminin:115).
Membahas tujuan utama penciptaan manusia ialah, agar manusia mengetahui tentang Allah Ta’ala berfirman, “Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS.Ath Thalaq: 12).
Allah menceritakan bahwa penciptaan langit dan bumi, agar manusia mengetahui tentang ke Maha Kuasa Allah Ta’ala, bahwa Allah lah pemilik jagad raya ini dengan Ilmu Allah yang sempurna. Tidak ada satu pun yang terluput dari Ilmu dan pengawasan Allah, karena Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
Dan kemudian, menyebutkan tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah semata. Seperti hal nya dalam firman Allah, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS.Adz Dzariyat: 56).


5.      Fungsi dan peran manusia dalam islam
Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah:
1.      Belajar (Surat An nam l: 15-16 dan Al Mukmin : 54) ; belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat Al Alaq adalah mempelajari Ilmu Allah yaitu Al Qur’an.
2.      Mengajarkan Ilmu (Surat Al Baqoroh : 31-39) ; Khalifah yang telah diajarkan Ilmu Allah maka wajib untuk mengajarkannya kepada manusia lain. Yang dimaksud dengan Ilmu Allah adalah Al Qur’an dan juga Al Bayan.
3.      Membudayakan Ilmu (Al Mukmin : 35) ; Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Didalam Al-Qur’an disebutkan fungsi dan peranan yang diberikan Allah kepada manusia.
Secara sederhana hal  ini berarti hanya bersedia mengabdi kepada Allah dan tdak mau mengabdi kepada selain Allah. Yang dimaksud dengan abdi adalah mahluk yang mau melaksanakan apapun perintah Allah meski terdapat resiko besar didalam perintah Allah. Hal ini tercantum dalam Q.S. az-Dzariyat : 56 “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”
Sebelum lahir ke dunia ini, manusia bersaksi kepada Allah bahwa hanya dialah tuhannya. Sehingga mansuia sesuai fitrahnya adalah beriman kepada Allah tapi orang tuanya yang menjadikan manusia sebagai nasrani atau beragama selain islam. Hal ini tercantum dalam Q.S Al- A’Raf : 172 “Dan (ingatlah), keturunan anak-anak adam dari suldi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah aku Tuhan mu?”. Mereka menjawab : “Betul (engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tdak mengatakan : “Sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keEsaan Tuhan)”.

6.      Tanggung jawab manusia dalam islam
Tanggung jawab manusia dalam islam ada 2, yaitu:
a.       Sebagai hamba Allah SWT
Kewajiban manusia kepada Khaliknya adalah bagian dari rangkaian hak dan kewajiban manusia dalam hidupnya sebagai suatu wujud dan yang maujud. Kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat, tergantung kepada izin dan ridho Allah. Dan untuk itu Allah memberikan ketentuan-ketentuan agar manusia dapat mencapainya. Maka untuk mencapainya kebahagiaan dunia dan akhirat itu dengan sendirinya kita harus mengikuti ketentuan-ketentuan dari Allah SWT. Secara moral manusiawi, manusia mempunyai kewajiban kepada Allah sebagai Khaliknya, yang telah memberi kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Jadi, berdasarkan hadist AL-Lu’lu uwal kewajiban manusia kepada Allah pada garis besarnya ada 2:
-          Mentauhidkan-Nya yakni tidak memusyrik-Nya kepada sesuatu apapun.
-          Beribadah kepada-Nya
Dalam Al-Qur’an kewajiban ini diformulasikan dengan:
1.      Iman kepada Allah : kepada hari Akhir, kepada malaikat-malaikat, kepada kitab-kitab, dan kepada nabi-nabi.
2.      Amal saleh :
-          Kepada sesama manusia : dengan memberikan harta yang juga senang terhadap harta itu, kepada kerabatnya, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada musafir yang membutuhkan pertolongan (ibnu sabil)
-          Kepada Allah : menegakkan/mendirikan sholat, menunaikan zakat.
-          Kepada diri sendiri : menepati janji apabila ia berjanji, sabar dalam kesempitan, peperangan dan penderitaan.

b.      Sebagai khalifah Allah
Sebagai makhluk Allah manusia mendapat amanat yang harus di pertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia di muka bumi untuk mengelola dan memelihara alam.
Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan manusia menjadi khalifah, berarti manusia memperoleh mandate Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Agar manusia menjalankan kekhalifahannya dengan baik, Allah telah mengajarkan kepadanya kebenaran dalam segala ciptaan-Nya dan melalui pemahaman serta penguasaan terhadap hukum-hukum yang terkandung dalam ciptaan-Nya, manusia bisa menyusun konsep-konsep serta melakukan rekayasa membentuk wujud baru dalam alam kebudayaan.



Halo teman-teman pembaca.. Apa kabar? :)
Perkenalkan nama saya Andi Febriani mahasiswi prodi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota angkatan 2019. Blog ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi, semoga apa yang ada dalam blog ini dapat bermanfaat untuk semuanya...

Sekian, Wassalamu'alaikum wr.wb

22 komentar:

  1. Thanks konco, ilmu ini sangat bermanfaat bagi diriku..
    Kembangkan lagi..

    BalasHapus
  2. MasyaAllah sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah... Terima kasih nin ;)

    BalasHapus
  4. Mirip materi presentasi kelompok dua lalu lee😄

    BalasHapus
  5. Allhamdulillah, cukup bermanfaat untuk menambah ilmu agama. Dan semoga bisa menjadi amal jariah untuk saudari andi febriani😊😊😊

    BalasHapus
  6. Masyaallah bermanfaat untuk resume

    BalasHapus
  7. Sungguh berguna untuk kelompok 2 tahun 2020

    BalasHapus